Saham bukalapak

Saham Bukalapak

Saham Bukalapak dengan kode emiten BUKA memang merupakan salah satu yang ditunggu-tunggu oleh para trader maupun investor. Pada akhirnya perusahaan all commerce PT. Bukalapak.com Tbk ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 6 Agustus 2021.

Sebelum mengoleksi saham dari BUKA ini tidak ada salahnya jika kamu mencari tahu banyak hal dimana Bukalapak sendiri didirikan pada 10 Januari 2010 oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid dengan tujuan membantu UMKM.

Jadi dulunya perusahaan teknologi ini didirikan di sebuah kost semasa ketiganya masih berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk membantu warung-warung yang sedang mengalami kesulitan saat beradaptasi di era internet.

Hanya bermodal Rp 80 ribu, pada akhirnya Bukalapak berhasil bertengger sebagai startup unicorn yang memiliki valuasi tinggi yaitu mencapai USD 1 miliar atau sekitar 14 triliun serta berhasil mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

Fakta-fakta Mengenai Saham Bukalapak

Dengan tujuan awal membantu warung-warung kecil untuk bersaing dengan tokoh-tokoh modern, setelah 11 tahun berjalan Bukalapak mulai membawa perusahaannya go public dengan fakta-fakta berikut:

  1. Menjadi tonggak sejarah dan era baru bagi BEI

Seperti yang kamu tahu bahwa Bukalapak sendiri adalah perusahaan teknologi pertama yang melakukan penawaran umum perdana di Indonesia dengan mencatatkan sahamnya di BEI.

 

  1. Merupakan IPO paling besar di Indonesia

Tidak hanya sebagai perusahaan teknologi pertama yang berhasil melantai di BEI, perusahaan ini juga berhasil mengantongi dana segar hingga 21 triliun dan merupakan pencapaian terbesar sepanjang sejarah pasar modal di Indonesia.

 

  1. Masuk dalam emiten big cap

Kapitalisasi pasar cukup besar mencapai 109 triliun bahkan melebihi dari perkiraan sebelumnya oleh bursa yaitu 87 triliun sehingga bisa dikatakan bahwa Bukalapak masuk dalam emiten big cap.

  Tips Investasi Saham untuk Pemula

 

  1. Kelebihan permintaan

Perusahaan dengan kode emiten BUKA ini bahkan mengalami kelebihan permintaan atau over subscribed saat bookbuilding hingga menambah porsi pooling allotment bagi investor retail.

Meskipun melantai di tengah pandemi bahkan PT ini juga disambut baik oleh para trader dan investor di tanah air.

Hal tersebut terbukti dari jumlah investor saham Bukalapak yang hampir menyentuh 100 ribu SID.